Love Yourself!
Sebagai remaja, insecure, iri, benci akan diri sendiri. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Lingkungan misalnya. Kadang kita menghadapi lingkungan yang menuntut kita untuk perfect seperti apa yang mereka inginkan. Cantik, pintar, putih mungkin itu beberapa tuntutan dari lingkungan tersebut. Lingkungan terdekat kita misalnya, yaitu keluarga terkadang juga seperti itu. Dibandingkan dengan saudara sendiri salah satu contohnya. Saya pernah seperti itu, memang tidak secara langsung orang tua saya membandingkan tetapi saya merasa insecure terhadap diri saya sendiri karena adik saya yang bisa berprestasi karena bakat yang ia miliki. Itu dari lingkungan keluarga. Di sekolah saya juga pernah merasa seperti itu. Sekolah dengan predikat salah satu terbaik di Jakarta, berisi murid-murid yang pandai. Semua murid berlomba agar menjadi murid berprestasi dan menduduki peringkat teratas seangkatan. Saya sebagai murid yang aktif berorganisasi tentu akademik terkena dampaknya. Saya tidak dapat menjadi peringkat teratas seangkatan maupun di kelas. Ya, saya merasakan iri dan tentu insecure.
Kita tidak bisa selamanya merasa seperti itu. Hal itu akan menghambat kita untuk berkembang. Perlahan tapi pasti kita harus menerima diri kita sendiri. Menerima diri sendiri memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bisa kita awali dengan memahami diri kita sendiri. Kenali perilaku lama kita dan lihat role model kita. Cari hal yang kita sukai sehingga dengan perlahan kita bisa memahami diri kita. Kita juga bisa bertanya kepada orang paling dekat dengan kita tentang diri kita, tentang kelebihan atau kekurangan diri kita. Juga jangan takut untuk mencoba agar kita tahu apa yang kita sukai. Selanjutnya adalah jangan khawatirkan apa yang orang lain katakana. Seperti yang dikatakan oleh Marcus Annaus Seneca, “Apa yang kau pikirkan tentang dirimu itu jauh lebih penting daripada apa yang orang pikirkan tentangmu.” Karena hal tersebut akan membuat kita stuck dan tidak berani mencoba sehingga pada akhirnya kita akan menuruti perkataan mereka yang tidak akan ada habisnya. Kita juga tidak bisa mengendalikan apa yang mereka katakan, yang bisa kita lakukan adalah tutup telinga dan menjadi diri kita apa adanya. Selanjutnya adalah carilah lingkungan yang tepat agar kita dapat berkembang. Seperti yang saya singgung di atas, lingkungan mempunyai pengaruh yang besar terhadap diri kita. Carilah lingkungan yang bisa menerima kita apa adanya, tidak menuntut kita menjadi seperti apa. Carilah teman yang mendukung kita juga.
Sebagai remaja, insecure, iri dan benci akan diri sendiri pasti terjadi karena kita di masa mencari jati diri kita juga. Namun, hal tersebut tidak bisa kita biarkan terus menerus terjadi. Banyak dampak yang ditimbulkan bagi diri kita. Tidak bisa berkembang menjadi lebih baik adalah salah satu dampaknya. Kita akan terpaku pada perkataan orang dan takut untuk mencoba hal yang kita ingin lakukan. Masa muda hanya sebentar sehingga kita harus memanfaatkannya dengan baik sehingga tidak akan sia-sia. Mulailah mengenali diri kita sendiri. Dengan mengenali diri kita akan timbul rasa mencintai baik buruknya diri kita. Kita akan mencintai apa yang kita kenali lebih dalam. Memang mengenali diri sendiri ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar tetapi itu perlu kita lakukan agar kita bisa menjadi lebih baik lagi. Kita diciptakan oleh Tuhan berbeda kelebihan dan kekurangannya, tidak sama satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, sadari hal tersebut dan cintai diri kita.
Komentar
Posting Komentar