Kesehatan Mental? Penting!
Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri. Menurut riset kesehatan nasional Indonesia (RISKESDAS) 2013, sekitar 3,7% (9 juta) orang menderita depresi, dari populasi 250 juta orang, sekitar 6% (14 juta) orang berusia 15 tahuan ke atas menderita gangguan mood (suasana hati) seperti depresi dan kecemasan, dan sekitar 1,7 per 1000 orang menderita gangguan psikologis kronis, seperti skizofrenia.
Kesehatan mental merupakan hal penting yang harus diperhatikan selayaknya kesehatan fisik. Diketahui bahwa kondisi kestabilan kesehatan mental dan fisik saling mempengaruhi. Gangguan kesehatan mental bukanlah sebuah keluhan yang hanya diperoleh dari garis keturunan. Tuntutan hidup yang berdampak pada stress berlebih akan berdampak pada gangguan kesehatan mental yang lebih buruk.
Kesadaran masyarakat Indonesia dalam isu kesehatan mental dinilai terus meningkat. Dulu Indonesia mungkin masih menutup mata ketika membahas gangguan jiwa karena dianggap hal yang tabu. Tapi kalau kamu sadar, sekarang sudah banyak beberapa komunitas, kampanye, obrolan di media sosial bahkan karya film yang mengulas tentang kesehatan mental.Meski sudah banyak dibicarakan, sayangnya kesehatan mental masih dianggap stigma bagi beberapa orang. Indonesia dengan segala keklenikannya menganggap bahwa orang dengan masalah kesehatan mental adalah orang gila atau kerasukan setan. Banyak juga yang menganggap orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang kurang pengetahuan agama dan tidak dekat dengan Tuhan. Padahal gangguan kejiwaan adalah kondisi medis di otak.
Di berbagai pelosok Indonesia masih ditemui cara penanganan yang tidak tepat bagi para penderita gangguan kesehatan mental. Penderita dianggap sebagai makhluk aneh yang dapat mengancam keselamatan seseorang untuk itu penderita layak diasingkan oleh masyarakat. Hal ini sangat mengecawakan karena dapat mengurangi kemungkinan untuk seorang penderita pulih. Untuk itu pemberian informasi, mengedukasi masyarakat sangatlah penting terkait kesehatan mental agar stigma yang ada di masyarakat dapat dihilangkan dan penderita mendapatkan penanganan yang tepat.
Meski sudah gencar yang mengampanyekan isu kesehatan mental, belakangan muncul orang-orang yang mengklaim dirinya punya gangguan jiwa. Masih banyak yang bingung ketika merespon orang yang mengalami depresi. Ini yang menjadi PR buat Indonesia terhadap edukasi tentang kesehatan mental. Peningkatan kesadaran kesehatan mental ini seharusnya dilanjutkan dengan pendidikan intervensi krisis mental tahap awal.
Pakar profesional kesehatan mental berbagi strategi yang mereka gunakan saat berjuang menjaga kesehatan mental. Pertama, Luangkan waktu untuk berkontemplasi diri. Ketika mulai merasa terganggu sama satu pikiran, coba renungkan apa yang menjadi pemicunya, sudahkah dicari solusinya. Bila belum berhasil terpecahkan, terimalah sebagai pembelajaran baru dalam hidup. Mungkin hal ini bisa membantu untuk berkembang lebih maju. Kedua, Tahu batasan kapan butuh rehat. Kadang kita suka lupa waktu ketika terlalu sibuk bekerja atau mengerjakan tugas kuliah. Sampai akhirnya kita sadar kalau kita juga punya kapasitas diri dalam mengerjakannya. Selain fisik, mental pun juga butuh rehat setelah dipakai terus menerus untuk berpikir dan menjaga mood. Ketiga, Jauhkan hal yang bisa mengganggu kesehatan mental. Kadang media sosial menjadi sumber yang bisa membuatmu tertekan. Padahal bisa membuatnya menjadi positif, cobalah batasi pemakaian media sosial sebagai ajang memamerkan sesuatu dan berlomba dengan orang-orang.
Kesehatan mental merupakan hal penting yang harus diperhatikan selayaknya kesehatan fisik. Diketahui bahwa kondisi kestabilan kesehatan mental dan fisik saling mempengaruhi. Minimnya edukasi masyarakat terhadap kesehatan mental membuat seorang penderita untuk pulih sangatlah kecil. Penganan yang tidak tepat dan stigma masyarakat butuh di kampanye terus-terusan. Pakar ahli kesehatan juga berbagi strategi yang mereka gunakan saat berjuang menjaga kesehatan mental di zaman sekarang.
Komentar
Posting Komentar